Select Menu

Slider

Teste Menu 1

" });
Narasumber saat memberikan paparan tentang pendidikan wawasan kebangsaan.
Liputan Drs M Arifin Pohan
BINJAI - mediamuallaf.com : Dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Kota Binjai menggelar acara pendidikan wawasan kebangsaan di aula Kesbangpollinmas Kota Binjai, selasa (11/10).

Acara tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang terdiri dari guru - guru SD se-Kota Binjai. Para peserta mendengarkan pemaparan terkait wawasan kebangsaan dari tiga narasumber yakni Kasdim 02/03 Binjai - Langkat Mayor Sondang H Tanjung, Kasat Binmas Polres Binjai AKP Dahlan dan Ketua FKDM Kota Binjai.

"Selain mempererat hubungan silatuhrahim, kegiatan ini juga memperkuat ideologi di kalangan para guru, acara ini juga dimaksudkan supaya para guru terus berprestasi dan sukses di atas pijakan nilai - nilai Pancasila", kata Kabid Bina Idiologi Dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol-Linmas Kota Binjai, Muhammad Zurqani, SE SH.

Zurqani, menilai penerapan ideologi pancasila di kalangan remaja dan pelajar di Kota Binjai terkesan sangat kurang. Diharapkan untuk para guru terus menekan materi tentang wawasan kebangsaan, sehingga para siswa pun bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila beserta ideologinya.

Kasdim 02/03 Binjai - Langkat, Mayor Sondang H Tanjung yang hadir sebagai salah satu pembicara berpendapat, akhir - akhir ini mahasiswa  semakin tidak hapal urutan gambar dan sila - sila dalam Pancasila Hal ini salah satu tanda penurunan wawasan kebangsaan di kalangan mahasiswa. "Selain tidak hapal urutan gambar isi sila Pancasila, mereka juga sering kali terbalik-balik urutannya", kata Kasdim.

Menurut Kasdim, berkurangnya wawasan kebangsaan berdampak pada menipisnya rasa nasionalisme yang sudah mulai terlihat beberapa waktu terakhir. Maraknya kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang seperti narkoba, dan maraknya pertikaian dan perkelahian antar desa merupakan salah satu tanda menipisnya rasa nasionalisme", ujarnya.
Ilustrasi Sumber: http://www.vemale.com/ • Mediamuallaf.com
Di suatu pagi yang sejuk, bos kantor datang lebih awal, bahkan lebih cepat dari office boy. Perut bos itu sudah mulai buncit (maklum kurang olahraga). Karena datang terlalu pagi, lift kantor masih belum beroperasi. Dia memutuskan naik tangga sambil berharap perut buncitnya berkurang.

Padahal kantornya di lantai tiga puluh, "Loh, ah tak apa sesekali, nanti sampai atas aku selfi kirim ke istri" gumamnya. Satu, dua, tiga, empat lantai dilewati. Napas mulai memburu tetapi dia terus bersemangat. Dengan susah payah, akhirnya sampai juga dia dilantai tiga puluh. Ya, lantai tiga puluh, peluh bercucuran, tapi dia puas, nafas tersengal-sengal, tapi dia bangga. "Pagi ini aku taklukan puncak everest" teriaknya, dia lalu meraba saku celana, mengambil kunci. "Ya Allah, kunci kantor ternyata tertinggal di mobil yang diparkir di lantai dasar", sementara dia mulai kebelit ingin ke kamar kecil pula.

Demikianlah pula ketika seseorang tak punya "kunci" hendak masuk surga.Ternyata kunci amalan kebaikkannya tertinggal di dunia. Ya bila seseorang tak ikhlas dalam amalannya niscaya nilainya pun hanya "nol besar".

Rasulullah SAW berkata, "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya". (Hr.Bukhari - Muslim)

Bayangkan betapa sedihnya kita ketika segala amalan kebaikkan yang kita lakukan di dunia ternyata nilainya nol di hadapan Allah SWT. Betapa ruginya manusia, ketika surga telah dipertontonkan didepan mata, lalu kuncinya tertinggal karena amal kebaikannya, ternyata karena alasan duniawi. Ibnul Qayyim berkata "Amal tanpa ikhlas bagaikan musafir yang memenuhi kantong - kantongnya dengan pasir, dibawanya dalam keadaan berat, namun tak memberi manfaat apapun".

Karena itu pula manusia selalu digoda syaitan untuk berlaku riya. Boleh dikatakan musuh utama ikhlas adalah riya. Ulama mengatakan riya ada dua jenis. Pertama hukumnya syirik akbar hal ini terjadi jika seseorang melakukan seluruh amalnya agar dilihat manusia. Itulah riya yang dilakukan oleh orang - orang munafik.

Allah SWT berfirman "Sesungguhnya orang - orang munafik itu menipu Allah dan Alllah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali". (An-Nisa : 142)

Adapun yang kedua adalah riya yang terkadang menimpa orang yang beriman. Sikap riya ini muncul dalam sebagian amal. Seseorang beramal kepada Allah dan juga diniatkan untuk selain Allah. Penyakit riya dapat menjangkit siapa saja, bahkan seorang yang alim sekalipun. Rasulullah SAW bersabda "Sesuatu yang aku khawatirkan menimpa kalian adalah perbuatan syirik asghar" ketika Rasulullah SAW ditanyak tentang maksudnya beliau menjawab "Contohnya adalah riya".

Dalam hadist lain. Rasullah SAW berkata "Maukah kalian ku beritahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian dari pada (fitnah) dajjal", para sahabat berkata "Tentu saja". Beliau SAW bersabda "Syirik khafi (yang tersembunyi) yaitu ketika seseorang berdiri mengerjalakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya".

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa riya termasuk syirik kahfi yang samar dan tersembunyi. Hal ini karena riya terkait dengan niat dan termasuk amalan hati yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Tidak ada seorangpun yang mengetahui niat dan maksud seseorang kecuali Allah SWT semata.
                
Mengingat sedemikian pentingnya menjauh diri dari riya agar ikhlas tetap terjaga maka Rasulullah mengajarkan sebuah doa untuk melindungi dari syirik besar mupun syirik kecil itu. Rasulullah SAW bersabda "Wahai sekalian manusia, jauhillah dosa syirik, karena syirik itu lebih samar daripada rayapan seekor semut". Seorang sahabat bertanya "Ya Rasulullah, bagaimana kami dapat menjauhinya dosa syirik, sementara ia lebih samar dari pada rayapan seekor semut?". dtw (Sumber Harian Orbit)
Tim monitoring TPP PKK  Provinsi Sumatera Utara dan Tim PKK Kabupaten Langkat  usai menyambangi kebun apotik hidup foto bersama.
Liputan Drs M Arifin Pohan
BINJAI – mediamuallaf.com : Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Langkat mendapat kunjungan monitoring oleh TP PKK Provinsi Sumatera Utara. Desa Banyumas sebagai desa binaan untuk Program Terpadu Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera dan sebagai desa Percontohan 10 Program Pokok PKK.

Tim monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara yang diketuai Ny. T Erry Nuriadi melakukan supervisi terhadap desa binaan percontohan PKK Kabupaten Langkat yang akan diikut sertakan dalam perlombaan tingkat Provinsi Sumatera Utara. Monitoring dan Supervisi tersebut berlangsung di halaman Gedung kantor kepala Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Senin (3/10).

Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, dalam sambutan tertulis disampaikan Ny. Ratna Sari Nasution mengatakan, tujuan dilaksanakan monitoring dan supervisi ini sebagai pembinaan dan bimbingan, serta saran terhadap desa binaan percontohan agar desa binaan nantinya dapat memahami dan dapat menerapkan sebagai pedoman apa yang menjadi objek penilaian.

Bupati Langkat dalam pidatonya yang disampaikan Sekretaris Kaban PMDK menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungannya ke Desa Banyumas Kecamatan Stabat.

Menurutnya, dengan adanya kunjungan ini kedepannya dapat memberikan motivasi dan pedoman kepada kader-kader PKK Kabupaten Langkat untuk terus bersemangat mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Terutama dapat berjalannya program terpadu P2WKSS yang pada gilirannya akan memberi kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, khususnya kepada akhlaq budi pekerti generasi muda Kabupaten Langkat.

Sementara itu pada acara pembukaan yang dilaksanakan sebelum dimulainya kegiatan monitoring Kepala Desa Banyumas Edi Suprianto memaparkan gambaran umum tentang Desa Banyumas.

Dalam acara kunjungan Tim monitoring TPP PKK  Provinsi Sumatera Utara, Tim PKK Kabupaten Langkat sebelum memasuki ruang acara menyempatkan menyambangi stand hasil berbagai produksi makanan dan obat-obatan serta kerajinan tangan kader PKK dari Desa Bayumas Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat dan Tim monitoring TPP PKK Provinsi Sumatera Utara juga berkesempatan menyambangi kebun percontohon tanaman obat-obatan di Desa Banyumas.
-
Ilustrasi Sumber: https://www.google.com/. • Mediamuallaf.com
Pada jaman sekarang ini, sering kita melihat perilaku yang menyimpang dimana seorang istri tidak lagi patuh pada suaminya. Hal ini terjadi dengan berbagai macam penyebab, misalnya menganggap suaminya tidak berguna dikarenakan penghasilan istri lebih besar dibandingkan penghasilan suami, suami mengalami cacat fisik dan lain sebagainya.

Tindakan istri membantah perkataan suami tersebut mungkin dianggap masalah sepele oleh sebagian wanita yang tidak mengerti hukum Islam, namun sesungguhnya masalah ini adalah masalah besar dan dapat membawa seorang istri mendapat kemurkahan Allah, sebab Islam melarang dengan keras hal tersebut.
              
Dalam hukum Islam ketika seorang wanita telah menikah dan memiliki suami maka ketaatan kepada orang tuanya harus bergeser untuk digantikan dengan ketaatan kepada suaminya dibandingkan dengan perkataan orang tuanya. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadist "seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya". (HR. At-Tirmidzi)
                
Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa ada seorang sahabat nabi bertanya, "wahai Rasulullah SAW, wanita (Istri) yang bagaimana yang paling terbaik", Maka Rasulullah SAW menjawab, "Yang menyenangkan suaminya bila suaminya memandangnya yang mentaati suaminya bila suaminya memerintahkannya dan Ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara dirinya dan tidak pula pada harta suaminya dengan apa yang dibenci suaminya", (Lihat Irwa’ul Ghalih).
                
Dari hadist dan kisah diatas tersebut, jelas bahwa seorang istri harus mematuhi perkataan suaminya, jika perkataan tersebut itu baik dan tidak melanggar hukum Allah bahkan posisi suami harus lebih ditaati dibandingkan dengan orang tua.
                
Dalam kehidupan berumah tangga, sering terjadi masalah dimana orang tua wanita (istri) memberikan perintah/saran yang berseberangan dengan suami. Tentunya hal ini akan menjadi sebuah dilema bagi wanita (istri), mau patuh terhadap perintah siapa suami atau orangtuanya.
                
Maka bagi seorang wanita muslim yang paham terhadap ajaran agama Islam tentunya dia akan tahu, mana yang harus lebih ditaatinya. Karena dalam hukum Islam telah jelas apabila terjadi perbedaan pendapat antara suami dan orang tua, maka seorang istri wajib mendahulukan pendapat atau perintah suaminya dibandingkan dengan pendapat atau perintah orang tuanya.
                
Fenomena yang terjadi di masyarakat kadang dirasakan aneh saat ini, dimana ketika seorang istri menginginkan sesuatu dari seorang suami, namun suami tersebut belum mampu melakukannya, lantas istri langsung marah bahkan terkadang sampai meninggalkan rumah (meninggalkan suami di rumah).
                
Seorang istri yang marah kepada suaminya bahkan sampai meninggalkan rumah merupakan suatu tindakan yang dimurkai Allah dan merupakan tindakan yang tidak menyelesaikan masalah, malah akan memperkeruh suasana. Sebab suami akan menganggap bahwa istri lari dari tugas dan tanggung jawab. Hal seperti inilah yang tentunya akan dapat menimbulkan suatu perceraian antara suami dan istri.
                
Karena itu seorang istri tidak boleh pergi meninggalkan rumah tanpa seizin dari suaminya. Jika nasehat, pendapat, atau perintah suami tersebut bertentangan dengan hati nurani maka sebaiknya seorang istri melakukan diskusi kepada suaminya dan apabila suaminya tetap menginginkan hal tersebut, maka istri harus tetap wajib melakukannya selama itu tidak bertentangan dengan perintah Allah.
                
Sebab seorang wanita akan masuk surga apabila mentaati suaminya dan seorang wanita dapat masuk ke neraka dikarenakan tidak taat pada suaminya. Hal ini sebagaimana sebuah hadist yang artinya: Dari Husain bin Muhshain dari bibinya berkata: Saya datang menemui Rasulullah. Beliau lalu bertanya : "Apakah kamu mempunyai suami?" Saya menjawab "Ya". Rasulullah SAW bertanya kembali "Apa yang kamu lakukan terhadapnya?" Saya menjawab, "Saya tidak begitu mempedulikannya kecuali untuk hal-hal yang memang saya membutuhkannya".
                
Rasulullah SAW, bersabda kembali, "Bagaimana kamu dapat berbuat seperti itu, sementara suami kamu itu adalah yang menentukan kamu masuk ke surga atau ke neraka" (HR. Imam Nasai, Hakim dan Ahmad).
                
Dengan demikian Islam melarang wanita (istri) melawan terhadap perintah suaminya, istri yang baik adalah istri yang mematuhi perintah suaminya, dapat menjadi semangat bagi suaminya dan dapat menjadi penyejuk bagi suaminya. (Penulis Dosen FAI UMSU) (Sumber Harian Orbit)
Ilustrasi Sumber: https://www.google.com/. • Mediamuallaf.com
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa'dah, Dzulhhijjah, Muharram dan Rajab. “Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al-qur'an) itu ada 12 bulan, sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat diantaranya adalah bulan-bulan haram" (QS: At-Taubah : 36)
                
Kata muharram artinya, "dilarang" Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan, dan bentuk persengketaan lainnya, Kemudian ketika Islam datang Kemulian bulan haram ditetapkan dan dipertahankan, sementara tradisi jahiliyah yang lainnya dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.
                
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan,sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipat gandakan pula, dan bermaksiat dibulan ini dosanya dilipat gandakan pula. Pada bulan ini tepatnya 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
                
Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah SAW, menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan.
                
Rasulullah SAW, bersabda dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi SAW. ketika datang ke Madinah mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari yaitu Asyuraa (10 Muharram) Mereka berkata “Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Fir’aun”.
                
Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul SAW berkata "Saya lebih berhak mengikuti Musa as dari mereka" maka beliau berpuasa dan memerintahkan (ummatnya) untuk berpuasa (HR Bukhari). Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda "Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam" (HR. Muslim)  
               
Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa tetapi Rasulullah SAW memerintahkan pada ummatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apa lagi orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadist menyarankan agar puasa hari Asyura diikuti puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari Asyura.
                
Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal 9, dan 10 atau 10 dan 11 Muharram.
                
Ketiga puasa pada 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari Asyura para sahabat berkata, "Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani", beliau bersabda "Jika datang tahun depan insyah Allah kita akan berpuasa hari kesembilan akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut" (HR. Muslim).
                
Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram disamping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram. Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram.
                
Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan. Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan menyantuni anak yatim pada bulan Muharram. dwt (Sumber Harian Orbit)

KH Drs Mahlil YWR, MSi kepada bakal calon Bupati Langkat H Syah Afandin.
Tepung Tawar oleh Khalipah H.Mukhtar Ahad Hasibuan

Liputan Drs M Arifin Pohan
BINJAI – mediamuallaf.com
: Sebelum berangkat ke Bandung Bakal Calon (Balon) Bupati Langkat H Syah Afandin menjalani prosesi tepung tawar di tempat kediaman Khalifah H Mukhtar Ahad Hasibuan di Desa Babussalam Besilam Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, minggu malam (18/9).
 

Dalam nilai-nilai kebudayaan Melayu, prosesi adat ini diartikan sebagai simbol memberikan doa dan restu atas amanah sebagai balon Bupati di daerah Kabupaten Langkat yang Insya' Allah akan diterima H Syah Afandin. Demikian dikatakan Pengurus KKBO (Komunitas Kawan Bang Ondim) Kabupaten Langkat M Choir Hasibuan kepada mediamuallaf.com.
 

Syah Afandin yang akrab disapa bang ondim tampak khidmat mengikuti prosesi adat Melayu itu dari awal hingga akhir. Sesekali balon Bupati yang digadang-gadang masyarakat teluk aru dan langkat hilir ini manggut-manggut mendengar nasihat yang disampaikan KH  Drs Mahlil YWR, MSi dan Khalifah H Mukhtar Ahad Hasibuan serta tokoh masyarakat Babussalam Tanjung Pura.
 

Usai diberi wejangan, balon Bupati Langkat dengan khusyuk mengikuti doa bersama yang dipimpin Tokoh Agama Babussalam Besilam, lalu dipersilakan naik dan duduk di tempat yang disediakan tuan rumah untuk di tepung tawar oleh para tetua adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama
 

"Mudah-mudahan dengan doa restu orang-orang tua kami sekalian kami mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam  mencalonkan diri sebagai balon Bupati Langkat," kata Syah Afandin.
 

Dia juga mengajak seluruh masyarakat Babussalam Besilam untuk berdoa bersama-sama dan apabila berhasil terpilih sebagai pemimpin mengajak warga membangun Kabupaten Langkat agar semakin maju di masa yang akan datang.
 

"Jika nantinya Allah berkehendak dan saya di izinkan memimpin Langkat mari kita lanjutkan apa-apa saja yang sudah baik, dan kita sempurnakan apa-apa saja yang kurang baik. Mari kita sejajarkan Langkat dengan daerah lain yang sudah maju," kata Syah Afandin.
 

Acara tepung tawar ini juga dirangkai dengan syukuran penambalan nama putra pertama pengurus KKBO M Choir Hasibuan.
-
Ilustrasi Sumber: https://www.google.com/. • Mediamuallaf.com
Oleh : Robie Fanreza
Allah memberikan informasi "Dan ingatlah juga takkala Tuhan-Mu memaklumkannya", "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku. Maka sesungguhnya azab-Ku, sangat pedih" (Qs. Ibrahim: 7).

Ini menunjukkan bahwa nikmat Allah itu ada bahkan sangat banyak. Hal ini berkaitan dengan firman Allah dalam alqur'an surat Al-Kautsar, ayat yang pertama "Sesungguhnya Nikmat Allah Sangat Banyak, shalat dan bekorbanlah" Ayat menegaskan kalau nikmat Allah benar-benar banyak.

Jika mencoba menghitung nikmat Allah manusia tidak pernah mampu bahkan untuk sekedar menuliskannya juga tidak akan pernah sanggup. Meskipun kita mencoba mengumpulkan ranting sebagai pena, air yang ada dipermukaan bumi dan langit sebagai tempat menuliskan nikmat Allah, jangan bertanya kepada Allah berapa nikmat yang diberikan kepada manusia. Tetapi tanya dalam diri seseorang muslim berapa pengorbanan yang kita berikan kepada Allah

Dan Allah masih memberikan nikmat dan maha kasih kepada hambanya yang beriman dan tidak beriman. Dalam hal ini allah tidak tebang pilih, nikmat dan kasih Allah itu laksanakan matahari yang senantiasa menyinari bumi. Matahari ketika bersinar ke bumi juga tidak memandang warna kulit, bahasa, agama.

Begitu besar kasih Allah kepada setiap hambanya. Dengan banyak nikmat yang diberikan kepada hamba hendaknya hamba bersyukur akan nikmat tersebut. Rasa syukur diucapkan dengan lisan dengan hamdalah, dibenarkan dalam hati kalau nikmat berasal dari Allah dan diaktualisasikan nikmat dalam kehidupan pribadi dalam berbagi kebahagiaan kepada orang lain.

Komaruddin Hidayat mengajukan sebuah pertanyaan kepada kita dalam bukunya psikologi agama. Kapan hidup anda merasa bahagia, menurutnya adalah saat kita mampu berbagi, menolong dan memberikan sesuatu kepada orang lain apa yang dimiliki.

Kebahagiaan memberi itu lebih tinggi tingkatannya dibanding dari pada penerima. Misal, saya sangat senang bila diberi hadiah dari seseorang, saat saya sedang tasyakuran usia. Namun berbeda kebahagiaan saya waktu dapat  memberikan hadiah kepada orang, yang mana membuat kita bahagia, dipastikan waktu kita dapat memberi.

Komarudin Hidayat menambahkan jika ingin hidup bahagia dan tentram jiwa harus menjadi pribadi yang berlimpah "giving dan serving orientied personality" Seorang ayah akan senang memberikan kebahagiaan kepada keluarganya dan tanpa pamrih, seorang ibu juga akan bahagia memberikan sesuatu kepada anak. Aplikasi syukur ini yang juga dinyatakan oleh Quraish Shihab dalam tafsirnya rasa syukur itu adalah saat memiliki kemampuan dalam bentuk harta, hartanya bermanfaat kepada muslim yang lain.

Jika harta dapat bermanfaat kepada orang lain itu pribadi yang bersyukur, niscaya Allah akan menambah nikmat kepada orang yang mau bersyukur dari rezeki yang tanpa kita duga arah datangnya. Namun jika harta itu senantiasa dikumpulkan dan tidak disalurkan hal ini mendapat murka dari Allah.

Karena ada juga manusia hidupnya hanya mengumpul harta kemudian dihitung-hitung Allah memberikan informasi dalam surat Al-Humazah ayat satu sampai delapan "Kecelakaan besarlah bagi setiap pengupat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali, sesungguhnya dia benar-benar dilempar kedalam humazah dan tahukah kamu apakah humazah itu, api yang disediakan Allah yang dinyalakan, yang membakar sampai kehati".

Dengan rasional yang dimiliki manusia, terkadang terpikir semakin banyak memberi bantuan kepada orang lain semakin mengurangi apa yang kita miliki. Tetapi berbeda dengan keimanan dan keyakinan kita kepada Allah sang pemberi nikmat, maka justru semakin banyak yang diberikan justru semakin bertambah apa yang kita miliki. Satu yang kita keluarkan atau diberikan maka dua atau lebih yang akan kita dapatkan. Allah yang memberikan nikmat, maka Allah lebih mengetahui apa yang terbaik kepada hambanya.

Ali bin Abi Thalib ketika melaksanakan ibadah puasa bersama seluruh keluarganya dan dengan keterbatasan harta yang dimilikinya. Mampu menepis kepentingan pribadi. Ali yang hendak berbuka puasa, kemudian terdengar ada ketukan pintu seraya memberikan salam kepada Ali, iapun segera membuka pintu dan menjawab salam tamunya.

"Wahai saudaraku Ali, aku sedang membutuhkan makanan apakah engkau punya untuk aku makan segera?", Ali mengambil makanan yang hendak disantap bersama keluarganya dan diberikan kepada orang tersebut. Padahal Ali dan keluarganya ketika itu sedang butuh. Singkatnya dalam kisah itu Ali pun tidak menduga rasul datang membawa makanan. Begitulah jalan Allah memudahkan bagi hamba yang senang berbagi kebahagiaan.

PENUTUP
Berbagi menolong dan memberi menghasilkan kebahagiaan batin dalam pribadi muslim. Kebalikannya dengan sikap pelit atau tidak mau berbagi menghasilkan karakter manusia yang serakah dan tamak. Ingat kebahagiaan atau nikmat yang Allah amanahkan kepada kita ada milik yang harus di keluarkan untuk saudara-saudara yang sedang membutuhkannya. Dan Allah akan terus tambah nikmat itu jika kita suka membantu dan memberi. Fasta Biqul Khairat. (Rel-Or)


• Penulis adalah Dosen Fakultas Agama Islam UMSU.
Ketua dan pengurus Dekopinda Binjai foto bersama usai rapat konsolidasi di aula panti sosial Tresna Werdha Abadi Jalan Perintis Kemerdekaan Binjai, Sabtu (10/9). • Mediamuallaf.com
Liputan Drs M Arifin Pohan
BINJAI – mediamuallaf.com
: Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Binjai menggelar konsolidasi dan rapat kerja pengurus dengan mengundang seluruh gerakan koperasi se-Kota Binjai bertempat di aula panti sosial Tresna Werdha Abadi Jalan Perintis Kemerdekaan Binjai, Sabtu (10/9).
         
Konsolidasi Dekopinda Binjai yang bertemakan bersama gerakan koperasi se-Kota Binjai menghadirkan narasumber Sajadi Sembiring Ssi, Msi (fasilisator nasional koperasi jasa keuangan) yang mengupas tentang dewan koperasi dan gerakan koperasi di Indonesia.

Narasumber Sajadi Sembiring mengatakan dewan koperasi Indonesia memiliki kedudukan sebagai pelaku ekonomi nasional dalam rangka mewujudkan tata ekonomi nasional berdasarkan pasal 33 UUD 1945 dengan tetap menegakkan jati diri koperasi.

Dijelaskannya, jauh lebih menguntungkan menyimpan dan meminjam di koperasi ketimbang di bank. Ini yang belum disadari mayoritas masyarakat kita. “Sebagai pengurus koperasi kita harus lebih maksimal lagi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, karena mayoritas masyarakat banyak yang belum mengetahuinya” ujar Sajadi.


Disisi lain, masyarakat kita cenderung membeli dan mengkonsumsi barang dari luar yang tentunya sangat menguntungkan bangsa asing. Sementara kita tidak menyadari kualitas produksi dalam negeri tidak kalah dengan luar negeri.

Sementara ketua Dekopinda Binjai Drs H Janu Asmadi Lubis mengajak seluruh pengurus koperasi di Binjai untuk bertekad membesarkan koperasinya masing-masing dengan keterbukaan dan rasa memiliki (sence of belonging), agar koperasi di Binjai mampu mengembangkan usahanya dengan mempersiapkan persaingan perdagangan bebas yang sudah dimulai tahun ini. “Kita tidak perlu takut menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) jika fondasi koperasi kita sudah baik. 

Diharapkan, seluruh koperasi yang ada di Binjai untuk melaksanakan pengembangan usaha di sektor lain selain simpan pinjam, karena kita ketahui di tahun 2017 ini, program Presiden RI Jokowi dengan nawacitanya, mendorong pengalakkan usaha kerakyatan melalui koperasi.


Untuk memajukan koperasi, kita harus menyiapkan SDM pengurus yang handal, agar bisa bersaing dengan perusahaan lain. Untuk menuju ke sana Dekopin mendorong seluruh pengurus koperasi untuk menyiapkan SDM nya melalui pelatihan-pelatihan, ujar Janu.

Jadi fungsi koperasi, lanjut Janu Asmadi yakni memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi koperasi, meningkatkan kesadaran berkoperasi di kalangan masyarakat, melakukan pendidikan perkoperasian bagi anggota dan masyarakat, mengembangkan kerja sama antar koperasi dengan badan usaha lain baik tingkat nasional maupun internasional.

        
Konsolidasi ini diselingi dengan kegiatan tanya jawab mengenai upaya untuk memajukan koperasi.


-